Manggarai Barat, NTT – Laporan kegiatan Rabu, 25 Februari 2026, Majelis PahamiQuran kembali menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan suasana Ramadhan hingga ke pelosok negeri. Kali ini, kegiatan dakwah dan pembinaan dilaksanakan di Kampung Mbotek, Desa Benteng Dewa, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Titik ini dipilih berdasarkan informasi bahwa terdapat sekitar 30 Kepala Keluarga Muslim di kampung tersebut, namun belum memiliki Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Selama ini, jika ingin belajar mengaji, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh ke lokasi lain. Kondisi ini menjadi perhatian serius, sehingga dipandang perlu dan mendesak untuk menghadirkan TPQ di tengah kampung agar umat Islam setempat dapat belajar agama dengan lebih mudah dan terjangkau.
Untuk itu, ditugaskan seorang dai alumni Ma’had Nahdhatul Wathon, Nusa Tenggara Barat, yaitu Ustadz Ahmad Candra. Beliau memulai pembinaan dengan materi dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat, meliputi penguatan keimanan, tata cara wudhu dan sholat, tata cara berpuasa, serta tata cara membaca Al-Qur’an.
TPQ yang dirintis ini beroperasi lima kali dalam seminggu dan secara penuh melayani anak-anak Muslim dan Muslimah di Kampung Mbotek. Pembelajaran dimulai dari tingkat paling dasar, agar anak-anak dapat mengenal huruf hijaiyah, memahami rukun iman dan rukun Islam, serta mempraktikkan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat.
Kehadiran TPQ ini menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat, terutama dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak. Ramadhan pun diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi momentum kebangkitan spiritual dan pendidikan agama di tengah komunitas Muslim pedalaman.
Majelis PahamiQuran menegaskan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan melalui Madrasah Digital, tetapi juga hadir secara langsung melalui dai yang ditugaskan di lokasi-lokasi terpencil. Dengan pendekatan ini, pembinaan keislaman dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang membutuhkan.
Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan menjadi sebab tumbuhnya generasi Qur’ani di Kampung Mbotek serta wilayah sekitarnya.







