Manggarai Barat, NTT – Laporan pada Senin, 23 Februari 2026, Majelis Pahami Qur’an kembali menghadirkan semangat pembinaan keislaman di Kampung Watulendo, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dua orang dai dari Mah’ad Darul Qur’an wal Hadits Majidiyah Assa’afiyah Nahdlatul Wathan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Kehadiran para dai menjadi angin segar bagi masyarakat setempat dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Suasana kampung terasa lebih hidup dengan majelis ilmu yang diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak.
Materi yang disampaikan mengangkat tema tentang beberapa macam manfaat puasa. Dalam tausiyahnya, para dai menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana pembinaan diri secara menyeluruh. Puasa melatih kesabaran, memperkuat ketakwaan, serta menumbuhkan empati terhadap sesama, khususnya kepada mereka yang hidup dalam kekurangan.
Selain manfaat spiritual, dijelaskan pula manfaat sosial dari puasa, yaitu mempererat ukhuwah dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Puasa juga memberikan manfaat kesehatan, karena menjadi momentum bagi tubuh untuk beristirahat dan memperbaiki metabolisme.
Majelis ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan suasana Ramadhan di pelosok desa, agar masyarakat tidak hanya menjalankan ibadah secara ritual, tetapi juga memahami hikmah dan makna yang terkandung di dalamnya. Warga menyambut kegiatan ini dengan antusias dan berharap pembinaan semacam ini dapat terus berlanjut.
Melalui Majelis Pahami Qur’an, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi di tengah masyarakat, menghadirkan Ramadhan yang penuh ilmu, keberkahan, dan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.







