Aksi Kemanusiaan di Ntonggu dan Samili

Aksi Kemanusiaan Yayasan Kabua Dana Rasa di Ntonggu dan Samili
Aksi Kemanusiaan Yayasan Kabua Dana Rasa di Ntonggu dan Samili

Yayasan Kabua Dana Rasa dan Komunitas Literasi Gerakan Mbojo Tana’o (GMT) pada hari minggu tanggal 9 Agustus 2020 telah melakukan serangkaian kegiatan aksi kemanusiaan di dua desa korban bencana kebakaran. Desa tersebut yaitu Ntongggu dan Samili yang terletak di kabupaten Bima, NTB.

Kebakaran di Ntonggu terjadi pada hari kamis siang tanggal 30 Juli 2020. Tidak tau pasti sebab kebakaran ini terjadi karena sebagian besar masyarakat sedang berladang di area persawahan. 47 Rumah mengalami rusak berat akibat dihantam si jago merah.

Sedangkan kebakaran di desa Samili terjadi pada pagi hari yaitu hari sabtu tanggal 8 Agustus 2020. Kebakaran ini menghanguskan 6 rumah warga dan 1 rumah dirusak untuk menghentikan tersebarnya kobaran api. 8 KK harus kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini.

Trauma Healing di Ntonggu

Aksi kemanusiaan Yayasan Kabua Dana Rasa dan Gerakan Mbojo Tana’o (GMT) dimulai dari penggalangan dana melalui rekening bendahara Gerakan Mbojo Tana’o seminggu setelah bencana kebakaran di Ntonggu. Dalam seminggu berhasil mengumpulkan dana dari donatur sebesar Rp 2.290.000,-.

Dari uang donatur ini kita belikan perlengkapan belajar seperti tas, buku tulis, buku gambar, pensil, bolpoin, penggaris dll untuk anak-anak korban kebakaran di Ntonggu. Sedangkan untuk makanan ringan dan permainan kita berikan kepada semua anak-anak yang menjadi korban dan terdampak kebakaran, sekitar 80-an anak.

“Trauma Healing ini kita lakukan untuk menghibur anak-anak agar psikiologisnya tidak terganggu akibat bencana ini sehingga mereka tetap siap menatap masa depan”, terang salah satu anggota GMT

Bantuan sembako untuk korban kebakaran di Samili

Pada siang hari kegiatan dilanjutkan dengan pembagian sembako untuk 8 KK korban bencana kebakaran di Samili yang terletak di kecamatan Woha, Kabupaten Bima, NTB. Penyerahan bantuan ini langsung kami berikan kepada posko resmi di lokasi.

“Kebakaran ini menghanguskan 6 rumah warga dan 1 rumah kita robohkan guna mencegah meluasnya api. Ada 8 Kepala Keluarga yang harus kehilangan rumah. Adapun penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang”, kata petugas posko.

Harapan kami semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan pemerintah daerah harus mampu melakukan pencegahan dan meminimalisir dampak kebakaran. Ini bisa dilakukan dengan cara menyediakan mobil pemadam kebakaran di beberapa titik strategis (Ruther/Dok).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.